Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 26 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tangerang Selatan yang belum dapat beroperasi karena berstatus suspend.
Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menilai sejumlah aspek operasional masih perlu diperbaiki agar memenuhi standar layanan yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Dasco Optimistis Rupiah Menguat, Masyarakat Diimbau Kurangi Simpan Dolar
Pihak BGN meminta pengelola SPPG segera melakukan pembenahan, mulai dari tata kelola operasional, pemenuhan standar kebersihan, hingga aspek administrasi dan pengelolaan distribusi makanan. Langkah ini diperlukan agar kualitas layanan tetap terjaga dan penerima manfaat memperoleh makanan yang aman serta bergizi.
Menurut BGN, status suspend bukan merupakan penghentian permanen. SPPG yang telah memenuhi seluruh persyaratan dan lolos evaluasi dapat kembali menjalankan operasional setelah mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang.
Baca Juga: Polisi Selidiki Aliran Dana Hanania Travel, Sejumlah Influencer Kembalikan Uang Saku
Evaluasi terhadap SPPG dilakukan secara berkala untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah menegaskan bahwa kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan adanya perbaikan yang dilakukan pengelola, BGN berharap seluruh SPPG yang saat ini masih disuspend dapat segera kembali beroperasi dan melayani masyarakat secara optimal.
source: 26 SPPG di Tangsel Masih Di-suspend, BGN Minta Pengelola Segera Berbenah
