BMKG: Hujan Masih Berpeluang Turun Selama Ramadan, Cuaca Ekstrem Mulai Mereda
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa potensi hujan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadan. Meski demikian, BMKG memastikan intensitas hujan ekstrem menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

BMKG menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam masa peralihan musim, sehingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang turun, terutama pada sore hingga malam hari. Namun, risiko hujan lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi tidak setinggi bulan-bulan sebelumnya.

Menurut BMKG, dinamika atmosfer mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil. Beberapa faktor pemicu cuaca ekstrem, seperti aktifnya gelombang atmosfer dan tingginya kelembapan udara, kini mulai melemah secara bertahap.

Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bersifat lokal dan terjadi secara tiba-tiba. Wilayah dengan topografi tertentu dan daerah rawan banjir masih perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat aktivitas Ramadan berlangsung pada waktu-waktu rawan hujan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, guna mengantisipasi gangguan aktivitas ibadah maupun kegiatan sehari-hari selama bulan Ramadan.

Dengan menurunnya intensitas cuaca ekstrem, diharapkan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar, meski kewaspadaan terhadap perubahan cuaca tetap perlu dijaga.