Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Barat menghadapi kendala operasional karena dana dari pemerintah pusat belum masuk ke rekening satuan kerja. Keterlambatan pencairan anggaran tersebut dikhawatirkan dapat menghambat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila tidak segera diselesaikan.
Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, menjelaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat beberapa SPPG yang belum menerima dana operasional. Meski demikian, ia menegaskan belum ada SPPG di Kalimantan Barat yang tutup permanen dan seluruh layanan masih diupayakan tetap berjalan.
Baca Juga: MAMAMOO Dipastikan Gelar Konser di Indonesia dalam Tur Dunia "4WARD"
Menurut Agus, saat ini terdapat ratusan SPPG yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) operasional. Namun, sebagian SPPG yang baru dibentuk masih menunggu proses administrasi, seperti pembuatan virtual account dan instruksi operasional dari BGN, sehingga pencairan dana belum dapat dilakukan.
BGN Kalbar telah mendata seluruh SPPG yang mengalami keterlambatan pencairan anggaran dan melaporkannya kepada pemerintah pusat. Pihaknya berharap proses administrasi dapat segera diselesaikan agar dana operasional segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Baca Juga: Polda Banten Bersyukur Raih Tanda Kehormatan dari Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80
BGN juga menegaskan bahwa pengelola SPPG tidak diperkenankan menggunakan dana talangan untuk menjalankan operasional. Oleh karena itu, kelancaran pencairan anggaran menjadi faktor penting agar distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat dapat terus berlangsung tanpa hambatan.
source: Dana Belum Cair, Sejumlah SPPG di Kalbar Terancam Tutup Sementara
