Pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hal ini didorong oleh meningkatnya adopsi teknologi serta perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital.

Negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand menjadi kontributor utama pertumbuhan, terutama di sektor e-commerce dan layanan keuangan digital (fintech).

Perusahaan teknologi besar seperti Sea Group dan Grab terus memperluas layanan mereka untuk menjangkau lebih banyak pengguna di kawasan ini.

Selain itu, meningkatnya penggunaan dompet digital dan pembayaran berbasis QR code juga mempercepat inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.

Meski demikian, tantangan seperti keamanan data dan persaingan bisnis yang ketat masih menjadi perhatian utama bagi pelaku industri.

Dengan pertumbuhan yang konsisten, kawasan Asia Tenggara diprediksi akan menjadi salah satu pusat ekonomi digital terbesar di dunia dalam beberapa tahun ke depan.

source: CNBC Indonesia, HanGukBoo