Ilmuwan Temukan Mikroorganisme Pemakan Metana, Berpotensi Tekan Dampak Pemanasan Global

Jakarta, 26 Januari 2026 – Para peneliti menemukan jenis mikroorganisme yang mampu mengonsumsi gas metana, salah satu gas rumah kaca paling berbahaya yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Mikroba pemakan metana ini ditemukan hidup di lingkungan ekstrem, seperti sedimen laut dalam, rawa-rawa, hingga area dengan kadar oksigen rendah. Mikroorganisme tersebut memanfaatkan metana sebagai sumber energi melalui proses biologis alami.

Metana dikenal memiliki daya pemanasan jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida dalam jangka pendek. Oleh karena itu, keberadaan mikroba pemakan metana dinilai berpotensi membantu mengurangi emisi gas rumah kaca secara alami.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa mikroba ini bekerja dengan cara mengoksidasi metana, mengubahnya menjadi senyawa yang lebih aman bagi lingkungan. Proses ini telah berlangsung secara alami selama ribuan tahun, namun baru kini dipahami lebih dalam melalui penelitian modern.

Meski menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa pemanfaatan mikroba ini masih membutuhkan kajian lanjutan sebelum dapat diterapkan secara luas sebagai solusi pengendalian emisi. Faktor lingkungan, skala penerapan, serta dampak ekologis menjadi perhatian utama.

Penemuan ini membuka peluang baru dalam riset perubahan iklim dan memberikan harapan bahwa pendekatan berbasis alam dapat berperan penting dalam menekan laju pemanasan global di masa depan.