Iran Klaim Ratusan Personel Militer AS Jadi Korban dalam Serangan Balasan
Teheran — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan balasan yang dilancarkan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah telah mengakibatkan sekitar 560 personel militer AS tewas dan luka-luka. Klaim ini disampaikan dalam pernyataan resmi Iran sebagai respons atas operasi militer gabungan AS-Israel terhadap wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan bahwa rudal balistik dan drone telah menyerang pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk, termasuk di Bahrain dan Kuwait. Iran mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan banyak korban di kalangan personel militer AS.
Namun, klaim jumlah korban dari pihak Iran ini berbeda jauh dari data resmi yang disampaikan militer AS. Komando Pusat AS (United States Central Command / CENTCOM) telah mengonfirmasi beberapa tentara AS tewas dan lainnya luka-luka akibat serangan Iran, tetapi angka resmi jauh lebih rendah daripada klaim 560 korban tersebut.
Pernyataan bersama dari AS dan sekutu negara Teluk juga mengecam serangan balasan Iran sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas kawasan, sambil menegaskan dukungan terhadap pertahanan wilayah masing-masing.
Sampai kini, belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah sebenarnya korban di pihak AS dari kejadian ini. Situasi di kawasan masih sangat tegang dan terus dipantau oleh komunitas internasional sambil muncul berbagai seruan untuk de-eskalasi konflik.
