Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan serangan terhadap instalasi radar pengawasan pantai Iran yang berada di Kota Goruk dan Pulau Qeshm, dekat Selat Hormuz.
Menurut pernyataan CENTCOM, sebelum melancarkan serangan tersebut, pasukan AS lebih dahulu mencegat dan menembak jatuh empat drone serang Iran yang diluncurkan menuju kawasan Selat Hormuz. Drone-drone itu disebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim di jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.
Baca Juga: Dokter Asal Vietnam Dipulangkan, Praktik di Klinik Kecantikan Pakai Izin Tinggal Kunjungan
Militer AS menyatakan serangan terhadap fasilitas radar dilakukan untuk mencegah potensi serangan lanjutan serta menjaga keamanan pelayaran internasional. Namun, tindakan tersebut memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi tegang akibat berbagai insiden militer di kawasan Teluk.
Selat Hormuz memiliki peran strategis karena menjadi jalur transit bagi sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah. Setiap gangguan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Baca Juga: Selebgram ZNM Ungkap Temannya Lumpuh Sementara Akibat Whip Pink
Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan Selat Hormuz berulang kali menjadi titik panas konflik antara Iran dan AS. Sejumlah bentrokan, serangan drone, hingga ancaman terhadap jalur pelayaran internasional membuat negara-negara di kawasan dan pelaku pasar global terus memantau perkembangan situasi.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan terbaru tersebut. Namun, perkembangan situasi dikhawatirkan dapat mempersulit upaya diplomasi dan memperbesar risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
source: AS Serang Radar Iran, Konflik di Selat Hormuz Memanas
