Petani sawit menyoroti rencana pemerintah yang akan mewajibkan seluruh ekspor komoditas sawit melalui skema satu pintu di bawah pengelolaan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Kebijakan ini merupakan bagian dari penataan ulang tata niaga ekspor sumber daya alam yang sedang disiapkan pemerintah.

Baca Juga: SPPG Mandungan Sleman Diproyeksikan Jadi Contoh Nasional Program MBG

Namun, sejumlah pihak dari kalangan petani menyampaikan kekhawatiran bahwa sistem tersebut dapat berdampak pada mekanisme pasar di tingkat bawah. Mereka menilai adanya potensi perubahan dalam rantai distribusi dan pembelian tandan buah segar (TBS) yang selama ini melibatkan banyak pelaku usaha.

Petani juga mengingatkan bahwa fluktuasi harga TBS sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan ekspor, sehingga perlu ada kepastian agar tidak merugikan petani kecil yang bergantung pada hasil kebun.

Baca Juga: Truk Pengangkut Puing Jalan Amblas Ikut Terperosok di Lenteng Agung

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa skema satu pintu ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, penguatan pengawasan ekspor, serta optimalisasi penerimaan negara dari sektor komoditas strategis.

Hingga saat ini, pembahasan teknis terkait implementasi kebijakan tersebut masih terus dilakukan sebelum diberlakukan secara penuh.

source: Petani Sawit Waspadai Dampak Ekspor Satu Pintu di Bawah DSI