Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat menghadapi kendala operasional setelah puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara aktivitasnya. Sebanyak 40 SPPG dilaporkan tidak lagi beroperasi akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Emil Dardak Soroti Rencana Pembatasan Dapur MBG: Kondisi Tiap Kecamatan Tidak Sama
Pengelola SPPG mengaku mengalami kesulitan untuk melanjutkan kegiatan penyediaan makanan bergizi karena biaya operasional sehari-hari harus ditanggung terlebih dahulu. Keterlambatan pencairan dana membuat sejumlah dapur tidak mampu menutup kebutuhan pembelian bahan baku, distribusi, hingga biaya tenaga kerja.
Akibat kondisi tersebut, layanan penyediaan makanan bagi para penerima manfaat program terpaksa dihentikan sementara sambil menunggu kepastian pencairan dana dari pemerintah pusat. Situasi ini menambah daftar daerah yang mengalami kendala serupa dalam pelaksanaan program MBG.
Pemerintah daerah disebut terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar layanan dapat kembali berjalan normal. Para pengelola berharap proses pencairan dana dapat segera dilakukan sehingga distribusi makanan bergizi kepada siswa dan kelompok sasaran lainnya tidak terganggu dalam waktu lama.
Baca Juga: Prabowo Resmikan RSUD Krui Lampung, Hadirkan Layanan Jantung dan Kanker Lebih Dekat ke Masyarakat
Belakangan ini, isu keterlambatan dana MBG menjadi perhatian nasional setelah sejumlah SPPG di berbagai daerah, termasuk Aceh, NTB, Riau, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, melaporkan kendala operasional akibat masalah pendanaan.
Meski demikian, pemerintah pusat dan BGN sebelumnya menyatakan bahwa proses penyaluran dana masih berjalan dan berbagai kendala administratif sedang diselesaikan agar program dapat kembali berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.
source: Dana dari BGN Belum Cair, 40 SPPG di Bandung Barat Berhenti Beroperasi
