Penutupan sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah memunculkan keluhan dari relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat. Para relawan mengaku tidak menerima insentif ketika kegiatan distribusi makanan dihentikan, sehingga berdampak pada kondisi ekonomi mereka.

Baca Juga: DPR Dorong Aturan Nasional untuk Hentikan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

Menurut para relawan, banyak di antara mereka yang selama ini mengandalkan insentif dari kegiatan operasional MBG sebagai tambahan pendapatan. Ketika dapur SPPG berhenti beroperasi mengikuti jadwal libur sekolah, pembayaran insentif juga ikut terhenti tanpa adanya kepastian mengenai skema kompensasi atau kebijakan lanjutan.

Situasi tersebut memicu keresahan di kalangan relawan yang tetap berharap adanya perhatian dari pihak terkait. Mereka menilai kontribusi relawan dalam mendukung pelaksanaan program MBG perlu mendapatkan kepastian, terutama menyangkut hak dan kesejahteraan selama masa jeda operasional.

Baca Juga: Aksi Pencurian Saat Masa Libur, Sekolah di Pandeglang Rugi Puluhan Juta Rupiah

Beberapa relawan bahkan menyatakan siap menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah pusat di Jakarta apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan solusi. Mereka berharap ada dialog terbuka antara pengelola program, pemerintah, dan relawan untuk mencari jalan keluar yang adil bagi semua pihak.

Di sisi lain, pelaksanaan evaluasi dan penyesuaian program MBG di sejumlah daerah memang tengah berlangsung. Pemerintah diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai mekanisme operasional selama masa libur sekolah agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi relawan maupun pihak yang terlibat dalam program.

source: SPPG Tutup saat Libur Sekolah, Relawan MBG Jabar Keluhkan Insentif Terhenti, Siap Protes ke Jakarta