Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap kebutuhan telur dan daging ayam dari peternak lokal. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga kestabilan harga komoditas peternakan sekaligus memastikan hasil produksi peternak daerah terserap secara optimal.
Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran adanya penurunan harga telur dan ayam akibat melimpahnya pasokan di tingkat peternak. Dengan adanya kewajiban pembelian oleh SPPG, pemerintah berharap tercipta pasar yang lebih stabil sehingga peternak tetap memperoleh harga yang layak untuk hasil produksinya.
Baca Juga: Ribuan Simpatisan MBG di Malang Gelar Aksi Tandingan, Tanggapi Gelombang Protes Mahasiswa
Selain menjaga harga agar tidak anjlok, kebijakan tersebut juga bertujuan memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok program MBG. Pemerintah menilai kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar yang digunakan oleh SPPG dapat menjadi peluang bagi peternak untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar mereka secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, SPPG didorong untuk menjalin kerja sama langsung dengan kelompok peternak maupun koperasi peternakan yang berada di wilayah masing-masing. Pola ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi, menjaga kualitas bahan pangan yang diterima, serta memberikan keuntungan yang lebih besar bagi peternak lokal.
Pemerintah daerah juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut guna memastikan proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait terus dilakukan untuk memantau ketersediaan pasokan dan perkembangan harga di pasar agar keseimbangan antara kebutuhan SPPG dan produksi peternak tetap terjaga.
Baca Juga: Kronologi Kaki Tangan Fredy Pratama Dibekuk di Malaysia hingga Dipulangkan ke Indonesia
Para peternak menyambut positif kebijakan tersebut karena dinilai dapat memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi mereka. Dengan adanya permintaan yang stabil dari SPPG, peternak memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan usaha dan meningkatkan produktivitas tanpa khawatir menghadapi penurunan harga yang drastis.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap program MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah. Keterlibatan peternak lokal dalam rantai pasok diharapkan menciptakan efek berganda yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.
source: Jaga Harga Tak Anjlok, SPPG Jateng Wajib Beli Telur dan Ayam dari Peternak Lokal
