Banjir Melanda Sumatera Utara: 147 Tewas, 174 Masih Hilang di Hari Kelima
Sumatera Utara, 29 November 2025 – Banjir yang melanda wilayah Sumatera Utara sejak awal pekan ini terus menambah korban jiwa. Hingga hari kelima pasca bencana, jumlah korban tewas tercatat mencapai 147 orang, sementara 174 orang lainnya masih hilang. Bencana banjir ini disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan sungai-sungai meluap dan merendam ribuan rumah serta menggenangi jalan-jalan utama di berbagai daerah.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah kota Medan, Deli Serdang, dan Langkat, di mana ketinggian air mencapai lebih dari 3 meter. Banyak warga yang terjebak di dalam rumah mereka, sementara tim SAR dan relawan terus berupaya mengevakuasi korban dari daerah yang terisolasi.
“Tim kami telah bekerja tanpa henti untuk mencari dan menyelamatkan korban, namun medan yang sulit dan cuaca buruk membuat upaya evakuasi berjalan lambat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Faisal Rijal.
Banjir ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah. Sejumlah jalan utama terputus, menghambat proses distribusi bantuan kepada para pengungsi. Beberapa jembatan besar juga dilaporkan ambruk, sementara fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah terendam air, mempersulit penanganan darurat.
Jumlah pengungsi kini telah mencapai puluhan ribu orang, dengan ribuan lainnya masih tinggal di tempat-tempat pengungsian sementara, menunggu bantuan. Di beberapa lokasi, warga terlihat bergotong-royong membangun tempat berlindung sementara dan membagikan makanan untuk bertahan hidup.
Pemerintah setempat, bersama dengan tim gabungan dari TNI, Polri, serta relawan, terus berupaya keras untuk memberi bantuan, namun tantangan besar masih dihadapi dalam pencarian korban hilang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memperingatkan potensi hujan lebat yang dapat memperburuk situasi.
“Banjir ini adalah salah satu yang terburuk dalam sejarah Sumatera Utara. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan bantuan dan logistik sampai ke daerah-daerah yang paling membutuhkan,” tambah Faisal.
Sementara itu, masyarakat setempat berharap agar pencarian korban yang hilang dapat segera membuahkan hasil dan upaya pemulihan dapat dilakukan dengan cepat. Banyak dari mereka yang masih diliputi rasa cemas dan khawatir akan keselamatan keluarga dan kerabat mereka yang terperangkap di area terdampak.
Pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan kini fokus pada pemulihan jangka panjang, dengan mengutamakan penanganan darurat serta mengatasi kerusakan infrastruktur yang menghalangi distribusi bantuan. Hingga saat ini, masih banyak keluarga yang menunggu kepastian mengenai nasib anggota keluarga mereka yang hilang.








