Ahli BPKP: Perhitungan Kerugian Negara Kasus Chromebook Berdasarkan Bukti
Ahli dari BPKP menegaskan bahwa perhitungan kerugian negara dalam kasus pengadaan Chromebook dilakukan berdasarkan bukti yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini disampaikan untuk menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di publik terkait metode perhitungan kerugian dalam kasus tersebut.
Menurut ahli tersebut, proses penghitungan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui tahapan audit yang ketat. Setiap angka yang dihasilkan didasarkan pada dokumen resmi, data transaksi, serta hasil verifikasi lapangan yang relevan dengan kasus pengadaan perangkat tersebut.
Kasus Chromebook sendiri menjadi perhatian karena diduga melibatkan penyimpangan dalam proses pengadaan barang. Oleh karena itu, BPKP berperan penting dalam memastikan besaran kerugian negara dihitung secara objektif dan transparan sebagai bagian dari proses penegakan hukum.
Lebih lanjut, ahli menjelaskan bahwa pendekatan berbasis bukti menjadi prinsip utama agar hasil audit tidak menimbulkan polemik di kemudian hari. Dengan metode ini, setiap kesimpulan yang diambil memiliki dasar yang kuat dan dapat diuji secara hukum.
Pernyataan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan terhadap proses hukum yang sedang berjalan, khususnya dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.
