Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo mengatakan partainya akan membahas sejumlah isu straregis nasional dan internasional dalam Rakernas yang digelar di Beach International Stadium (BCIS) Jakarta pada 10-12 Januari 2026. Salah satunya, wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.
"Tentu saja isu yang menarik di kawan-kawan media kemarin soal apakah pilkada dipilih di daerah, di DPRD maksud saya, atau kemudian dipilih langsung oleh masyarakat. Dan ini nanti akan ada pembicaraan," kata Ganjar kepada wartawan di BCIS Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Dia menegaskan bahwa sikap PDIP sudah sangat jelas yakni, mendukung Pilkada langsung yang dipilih masyarakat. Ganjar menuturkan bahwa Pilkada langsung merupakan kehendak masysrakat.
Dia menyampaikan Pilkada melalui DPRD pernah terjadi di zaman orde baru saat Presiden kedua RI memimpin. Saat itu, Ganjar menyebut masyarakat sudah menginginkan adanya Pilkada langsung.
"Kemudian dibuatlah undang-undang. Pada saat undang-undang dibuat, saat itu dipilih DPRD. Era Pak SBY kemudian membuat Perpu. Dan kemudian diberlakukan undang-undang, langsung. Nah pada saat itu ujian-ujian, judicial review ke Mahkamah Konstitusi juga sudah mengatur bahwa ini rezim pemilu,m aka langsung," jelasnya.
Setelah perdebatan panjang, kata dia, Pilkada akhirnya digelar secara langsung, di mana masyarakat berhak memilih langsung kepala daerahnya. Pilkada langsung pertama kali dimulai pada tahun 2005.
"Kalau kita mau reduksi lagi, rasanya kita akan mengalami kemudian pada soal itu. Jadi sikap PDI perjuangan sangat jelas. Kita dukung pemilihan kepala daerah secara langsung," ujar Ganjar.
Di sisi lain, Ganjar menjelaskan Rakernas PDIP juga akan membahas soal isu internasional di tengah kondisi geopolitik yang berubah. Dia menekankan Indonesia tak boleh diam melihat kondisi dunia saat ini.
"Dalam kontek politik luar negeri kita, kita tidak boleh diam pada soal seperti ini. Karena itu kelak kemudian akan berpengaruh kepada kita semuanya. Maka kita mesti siaga," tutur Ganjar.
Selain itu, Rakernas PDIP turut menyoroti bencana yang terjadi di berbagai daerah Indonesia. Menurut Ganjar, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah memerintahkan kader yang di eksekutif maupun legislatif untuk memperhatikan lingkungan agar bencana kembali tak terjadi.
"Perintah ketua umum beberapa kali menyampaikan kepada 3 pilar partai, apakah di struktural, kemudian yang di eksekutif, maupun di legislatif, agar mengontrol pada wilayah ini. Ya tata ruangnya, ya lingkungannya," ucap dia.
"Kalau sudah terlanjur apa yang perlu dilakukan, kalau belum bagaimana mencegahnya. Itu saya kira agenda-genda akan kita bicarakan," sambung Ganjar.
Sebagai informasi, pada rangkaian acara HUT ke-53 PDIP Perjuangan dan Rakernas I Partai, DPP PDIP mengusung tema ‘Satyam Eva Jayate’ dengan sub tema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”.
Satyam Eva Jayate, adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya "Kebenaran akan Menang".
Sedangkan, ‘Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya’ yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman menggambarkan daya tahan (resilience) yang menyertai Satyam Eva Jayate.
Rangkaian agenda dimulai dari Pembukaan HUT ke-53 PDIP pada 10 Januari yang kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Rakernas hingga 12 Januari 2026 yang akan dihadiri pengurus pusat Partai dan pengurus daerah (ketua, sekretaris dan bendahara) Partai tingkat provinsi/kabupaten/kota, anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta kepala daerah/wakil kepala daerah PDIP.
Rakernas ini menindaklanjuti hasil Kongres ke-VI PDIP yang dilaksanakan Agustus 2025 lalu.
