Iran Ajukan Syarat Gencatan Senjata Lebanon dan Pencairan Aset Sebelum Dialog dengan AS
Pemerintah Iran menyatakan dua syarat utama sebelum melanjutkan dialog dengan Amerika Serikat, yakni penerapan gencatan senjata di Lebanon serta pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mohammad Bagher Ghalibaf yang menegaskan bahwa kedua hal tersebut merupakan bagian dari kesepakatan awal yang belum direalisasikan. Ia menekankan bahwa negosiasi tidak dapat dimulai sebelum syarat tersebut dipenuhi.
Menurut Iran, gencatan senjata yang disepakati sebelumnya seharusnya juga mencakup wilayah Lebanon. Namun, pihak AS membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa kesepakatan hanya berfokus pada Iran dan sekutunya, bukan konflik di Lebanon.
Selain isu keamanan regional, Iran juga menuntut pencairan aset yang dibekukan akibat sanksi internasional. Nilai aset tersebut diperkirakan mencapai puluhan hingga lebih dari 100 miliar dolar AS.
Di tengah ketegangan ini, rencana perundingan antara kedua negara tetap dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dengan melibatkan delegasi tingkat tinggi dari masing-masing pihak. Agenda pembahasan mencakup sejumlah isu sensitif, termasuk program nuklir Iran dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Situasi ini menunjukkan bahwa proses diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat masih menghadapi hambatan signifikan. Perbedaan pandangan terkait cakupan gencatan senjata, khususnya di Lebanon, menjadi salah satu titik krusial yang berpotensi memengaruhi kelanjutan negosiasi.
