Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, akan tetap ditutup apabila Israel terus melancarkan operasi militer di Lebanon. Sikap tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan upaya diplomatik yang masih berlangsung.

Baca Juga: Trump: Israel Akan Hancur Lebur Tanpa Dukungan Amerika Serikat

Menurut laporan media yang dekat dengan pemerintah Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada beberapa syarat, termasuk penghentian serangan Israel di Lebanon dan terjaganya kesepakatan gencatan senjata yang telah dibahas sebelumnya. Teheran menilai situasi keamanan di Lebanon memiliki kaitan langsung dengan keputusan strategis terkait jalur pelayaran tersebut.

Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi dunia karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk. Setiap gangguan di wilayah ini berpotensi memengaruhi harga energi global serta meningkatkan ketidakpastian di pasar internasional.

Baca Juga: Zulhas Soroti Berbagai Persoalan di BGN, Pembenahan Internal Jadi Prioritas

Pernyataan terbaru Iran muncul setelah serangkaian serangan Israel terhadap target yang berkaitan dengan Hizbullah di Lebanon. Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap upaya deeskalasi yang sebelumnya telah disepakati dan menjadi alasan utama untuk mempertahankan kebijakan penutupan Selat Hormuz.

Sejumlah negara dan pelaku industri energi kini terus memantau perkembangan situasi. Komunitas internasional juga mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas serta menjaga stabilitas perdagangan global.

source: Iran Tegaskan Selat Hormuz Akan Tetap Ditutup Jika Israel Serang Lebanon